Setiap orang memiliki tugas dalam hidupnya, setiap orang punya kewajiban yang harus dituntaskannya dan di dalam kewajiban tersebut, ada sebuah tanggung jawab di dalamnya. Setiap orang mutlak memenuhinya..
Tugas besar Teori Arsitektur hampir selesai, beberapa Minggu kami persiapkan untuk menyelesaikannya dan sekarang tibalah penghujung dari tugas itu. Itu berarti, setelah tugas ini selesai, kami sudah menjalani satu semester ini dengan penuh warna.Kami memiliki banyak cerita panjang tentang perjalanan kami selama satu semester ini, terutama untuk mata kuliah Teori Arsitektur dan khususnya buat diri saya sendiri.
Satu semester sudah hampir selesai,tinggal mengerjakan sedikit tugas lagi, tinggal sedikit lagi melepaskan tanggung jawab untuk tugas ini, ya, tinggal menyelesaikan pembuatan poster buat tugas besar teori ini. Banyak cerita yang disuguhkan oleh sang peristiwa seputar kegiatan kami menyelesaikan tugas ini, ada sukanya, tentu ada juga tidak sukanya. Tugas akhir ini mengajak kami untuk melihat situasi di Kauman, khususnya bentuk-bentuk serial vision yang ada di dalamnya.Pada awalnya saya sendiri kurang mengerti apa itu serial vision, namun saya ikut saja ketika teman-teman mengajak saya untuk pergi ke Kauman, saya berpikir seiring perjalanan waktu saya pasti mengerti apa yang dimaksudkan, ya saya ikut saja, dari pada diam tidak tahu apa yang harus saya kerjakan.Kami pergi bersama kelompok lainnya, enak memang, pergi beramai - ramai dengan tujuan sama, namun proyek yang berbeda. Anggota kelompok kami adalah 4 orang, sedikit memang, namun kami berusaha semaksimal mungkin untuk menuntaskan tanggung jawab kami sebagai mahasiswa.Kami mungkin tidak membagi dengan spesifik apa yang menjadi tugas kami masing - masing, yang penting dari kami, tugas apa yang diserahkan oleh seseorang yang meminta kami, akan kami lakukan dan kami bagi dengan adil.Namun, yang menjadi masalah adalah sayalah yang lebih banyak meminta mereka untuk mengerjakan ini dan itu, tapi tetap, saya membaginya dengan adil, untunglah semua setuju, dan syukurlah semua berjalan sesuai dengan harapan kami.Saya mendapat tugas untuk mensketsa 2 dari 5 serial vision yang kami peroleh, mungkin sedikit banyak, namun tidak apa - apalah, yang penting tugas ini siap dan tidak memberatkan beban teman yang lainnya karena kami hanya berempat.
Ketika sampai di sana, kami berjalan - jalan di sepanjang lorong di Kauman tersebut, beberapa teman saya sudah mengerti apa itu serial vision, namun saya tetap saja belum… ya sudah, jalan saja sambil berpikir dalam hati dan sedikit bertanya - tanya ketika saya mengalami kebuntuan.Banyak jalan yang saya lihat bersama teman-teman saya dan banyak penjelasan yang saya dengarkan seiring kami menyinggahi titik dari serial point satu ke serial point lainnya, setelah sesampainya di titik akhir perjalanan kami, saya baru sadar, apa itu yang dimaksud dengan serial point, apa itu yang dimaksud serial vision dan mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Ibu Imel (maaf ya Bu^^).Lalu, setelah kepulangan kami dari sana, kami pun membagi tugas masing - masing apa yang ingin dikerjakan, jadilah saya mengerjakan 2 buah sketsa dan beberapa hal penting lainnya.
Tugas saya selain membuat sketsa itu sendiri adalah pemberi ide, sebenarnya kelompok kami ingin membuat power point dari tugas yang akan dipersentasikan, yang mendapat tugas membuat power point itu sendiri adalah saya, namun, setelah saya mencoba membuatnya di kos - kosan saya ternyata saya gagal membuatnya, maklum, saya paling malas dengan urusan yang namanya ngetik - ngetik itu (^^ padahal sekarang lagi ngetik, tapi ternyata enak juga…) dan juga hal - hal lain yang berhubungan dengan word, power point, exel atau excel atau entah apalah yang lain namanya, sampai - sampai keyboard saya lebih banyak debunya dari pada banyak kehilangan huruf dan angkanya, namun saya biarkan debu itu menempel pada buku itu… eh, keyboard itu. Setelah tidak terjadi apa-apa dan tidak menghasilkan sesuatu yang membanggakan, dari pada jadi seperti ini,toh… dua bulan pun berusaha dibuat belum tentu ada hasilnya, jadi, pada akhirnya saya beritahu saja salah seorang teman saya dan berkata seperti ini: “ Her, aku ndak bisa buat power pointnya, gimana kalau kita buat aja sketsa semua, juga rute jalur yang kita jalani, jadi nanti biar Unggul yang akan jelaskan perjalanan kita, gimana??”
Ternyata teman saya menjawab: “Oke”. Syukurlah, ternyata boleh, tapi saya tidak langsung membuatnya, karena ada pembagiannya dulu sebelum semuanya selesai disketsa. Besoknya, kami membaginya, dan saya mendapat bagian menggambar dua dari lima sketsa yang harus dibuat.
Itulah mengapa kami akhirnya memutuskan membuat sketsa…
Ternyata itulah juga pengaruh saya dalam kelompok kami, semua menyetujuinya (entah itu pengaruh saya atau malah merepotkan mereka semua^^), namun semua berjalan dengan lancar dengan sebuah persetujuan dari kami, saya juga hampir putus harapan ketika saya tidak bisa membuat power pointnya, padahal waktu presentasi yang ditentukan tinggal sebentar lagi, tapi untunglah ide saya dapatkan, dan sebenarnya, jika dipikir - pikir dan dirasakan dengan baik - baik, ternyata yang membuat presentasi dengan membuat full sketsa dan full manual sesuai bakat kami (^^) hanya kami saja, untunglah, kalau dipikir - pikir ide yang saya sebut itu terjadi dan terbuat sebagaimana mestinya, namun, “the show must go on”, itu yang harus diusahakan, dengan segala ide dan segala ketebatasan alat, kemampuan serta segala keterbatasan waktu.Akhirnya terjadi juga, mungkin jika saya berusaha membuat power point itu dengan segala “keterbatasan” saya hasilnya mungkin tidak seperti yang kami rasakan sekarang, bisa jadi hasilnya kurang maksimal, tapi syukurlah saya dan kelompok saya mengambil keputusan di saat yang tepat, mungkin kami bisa bekerja dalam bisnis pertunjukkan, punya ide asal - asalan namun tepat di saat yang tepat juga yang membuat suatu perbedaan antara keyakinan dan pengharapan ( apa - apaan ini…^^).
Ya sudahlah, mungkin sudah terjadi dan sudah tertulis dalam buku takdir, yang penting kami telah menuntaskan sedikit dari tanggung jawab yang dipercayakan kepada kami, tinggal sedikit lagi, maka selesailah sudah…Saya harap semua berjalan sesuai dengan semestinya, semester ini berjalan dengan baik dengan nilai yang baik juga.
Buat tugas bersama - sama itu tidaklah semudah yang kita bayangkan, menyatukan para orang - orang dengan sifat dan watak yang berbeda itu ternyata sulit, apalagi menyatukan pemalas - pemalas yang ogah - ogahan dalam membuat tugas.Aduh… bingung, tapi syukurlah, diteriakkan sedikit semuanya pada langsung manut.Beberapa hari tersisa kami membuat tugas itu dengan kebut – kebutan, namun tetap terorganisir dengan “perintah - perintah” dari saya.Kalau tidak begitu, entah apa jadinya nasib kelompok kami, mungkin sama saja dengan sia - sia, payah memang mengatur Cuma dua atau tiga orang itu, semuanya pada berat untuk bekeja, membuat ini, membuat itu kalau tidak dipaksa sama sekali mungkin akan lama untuk bergeraknya, apalagi menunggu selesainya, mungkin jauh dari waktu yang telah disepakati.Bingung memang mengurus kelompok yang isinya para pemuda yang mulai pada malas - malas seperti itu (termasuk saya sih^^) tapi tetap, di antara para pemuda yang mulai malas - malas itu harus ada orang yang sedikit lebih rajin atau setidaknya sadar kalau diri dan teman - temannya sudah mulai malas, lalu mencoba untuk mengambil keputusan sebagaimana harusnya itu berkalan, dan jadilah saya yang tersadar harus seperti ini, kalau tidak ya mungkin kelompok ini akan dipermalukan bahkan sama sekali tidak dianggap.
Syukurlah…
400 kata lagi, apa ya yang mau ditulis??? Bingung juga jadinya^^
Oh ya, selain pencetus ide bahwa sebaiknya tugas kami itu lain dari pada yang lain, saya juga memberikan usul yang sangat brilian sekali.Sebenarnya yang memberi tema pada hasil karya kelompok kami itu adalah saya sendiri.Sebuah ide yang sebenarnya adalah ide yang sekali lagi, menurut saya asal -asalan.Saya memberi tema dari hasil kerja kami itu adalah “Menuju Keagungan”.Tapi setidaknya itu yang telah saya pikir - pikir dari tadi, ”Apa ya temanya?” bingung sekali ketika menentukan tema tersebut, padahal waktu sudah tidak bisa mentolelir kami untuk menunjukkan tugas itu.Kami bekerja sambil memutar otak, namun yang paling diberatkan untuk menyusun tema beserta juga kesimpulannya itu adalah saya. Apa ya?? Bingung sekali saat memikirkan hal itu, berulang - ulang kali pun saya berusaha untuk menemukannya, berulang - ulang kali pula saya mengalami kebuntuan, susah sekali ternyata, tak semudah seperti yang dibayangkan, namun saya tetap berusaha tenang dan mencoba terus untuk berpikir jernih sejernih - jernihnya, padahal kami sudah betul - betul diburu dengan waktu, mau apa lagi, saya terus berpikir tema apa yang cocok untuk tugas kami ini, saya menelusuri lagi apa yang kelompok ini perbuat dari pertama, ternyata… akhirnya saya menemukan apa yang sebenarnya dicari oleh kelompok ini, saya mendapatkan sebuah tema, tema yang menurut saya sangat tepat dan cocok untuk disambungkan dengan hasil kerja kelompok ini, kemudian dengan sedikit sisi filosofis saya, saya dapat menyimpulkan arti dari tema yang saya berikan pada kelompok saya.Saya dapat menyimpulkan arti sebenarnya dari lorong - lorong yang ada di Kauman itu, saya berpikir sebenarnya lorong tersebut seperti sebuaah perjalanan hidup manusia, siapa yang menapaki lorong itu dapat merasakan sebuah perubahan vision dari satu titik ke titik yang lain, seperti halnya hidup manusia yang setiap waktu memiliki perubahan - perubahan yang sangat mengejutkan dan tujuan akhir vision itu sendiri adalah Mesjid Gede yang tampak setelah kita menelusuri lorong itu, sebelumnya, ketika pertama kali memasuki Kauman itu sendiri, saya tidak menyangka bahwa akhir dari perjalanan kami waktu itu adalah sebuah Mesjid, maka dari itu saya teringat, bahwa Mesjid tersebut adalah seperti tujuan akhir dari lorong - lorong yang menggambarkan sebuah kehidupan orang yang menapakinya, Mesjid yang melambangkan ke-Agungan Sang Allah Yang Maha Esa yang layaknya menjadi akhir dari perjalanan kehidupan sang manusia.Itulah sebabnya saya berpikir sampai ke sana untuk menimbulkan ide tersebut.Teman saya yang mendengar hal itu cuma ya, ya saja, dia menyerahkan semuanya pada saya, tapi seolah - olah langit mulai runtuh, namun saya tetap santai saja, saya piker itu tema yang cocok untuk tugas ini.
Ternyata, setelah dipresentasikan hasilnya sangat menggembirakan sekali, tema kami tidak ada masalahnya sama sekali dengan Bu Imel, ternyata hanya kurang sedikit dari yang kami tidak ketahui.Senang sekali rasanya, syukurlah, saya kira banyak kekurangan yang harus kami terima, ternyata tidak, malah menurut Ibu, judul ksmi sudah cocok.Ketika duduk, teman saya malah memukul - mukul kepala saya (pelan sih^^) bilang ide saya itu dari mana datangnya, dia tidak percaya saya yang mendapatkannya, ya, saya tetap berusaha tetap tenang saja, walau di hati sudah tidak karuan rasanya.^^ bahagia sekali, ketika sesorang belum mengenali saya dan kurang percaya dengan kekuatan saya, namun tetap percaya pada saya, maka saya akan berusaha dan menunjukkan apa diri saya yang sebenarnya, yang selama ini tidak banyak dilihat oleh orang lain, maka hasilnya… Ya baik, bahkan diluar perkiraan…Saya sangat senang sekali, itulah saya, namun tetap saya tidak ingin memperlihatkannya secara berlebihan untuk orang lain.
Begitulah, akhir dari cerita saya dan mungkin sediki kesombongan dari kejadian yang saya alami selama pengerjaan tugas akhir ini, saya sangat senang sekali punya pengalaman baru dan kisah yang mungkin diluar akal sehat kita…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar